Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 1 Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini berfokus pada skrining dini penyakit jantung koroner (PJK) untuk para guru, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan deteksi dini terhadap penyakit kardiovaskular (PKV).
PJK masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, yatu sekitar 9 sampai 9,2 juta kematian setiap tahunnya. Penelitian yang pernah dilakukan di RSUD Provinsi NTB, PJK menduduki posisi pertama di antara PKV yaitu sebanyak 44,23%, dimana lebih dari setengahnya (58,92%) adalah pria. Berdasarkan Global Burden of Disease, hampir 88% sampai 89% kematian akibat PJK sebenarnya masih bisa dicegah. Kematian dini umumnya dipicu oleh faktor risiko tidak terkontrol dengan baik, seperti hipertensi, kolesterol, diabetes, kurangnya aktifitas fisik, dan merokok. Oleh karena itu, deteksi faktor risiko dan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang serta memungkinkan dilakukannya pencegahan dan penanganan lebih awal.
Dalam kegiatan tersebut, para Guru di SMPN 1 Lembar mendapatkan serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim dosen dan koas FKIK Universitas Mataram. Pemeriksaan diawali dengan skrining gejala dan faktor risiko PJK kemudian dilanjutkan pengukuran tanda-tanda vital yang meliputi tekanan darah dan denyut nadi. Selanjutnya dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menentukan indeks massa tubuh (IMT) sebagai salah satu parameter dalam menilai status gizi dan risiko kesehatan.

Selain pemeriksaan fisik dasar, para Guru juga menjalani pemeriksaan laboratorium sederhana untuk mengetahui kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari identifikasi faktor-faktor yang dapat berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan masing-masing guru yang mengikuti skrining sehingga faktor risiko yang ditemukan dapat ditindaklanjuti dengan perubahan gaya hidup maupun pemeriksaan lebih lanjut bila diperlukan. Adapun pemeriksaan lainnya yaitu, melakukan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dan ekokardiografi (USG jantung). Pemeriksaan EKG digunakan untuk menilai aktivitas listrik jantung dan mendeteksi penyempitan pembuluh darah koroner, sedangkan ekokardiografi memungkinkan penilaian struktur dan fungsi jantung secara lebih komprehensif. Kedua pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam kegiatan skrining, untuk memperoleh gambaran kondisi jantung secara lebih menyeluruh. Hasil seluruh rangkaian pemeriksaan kemudian diinformasikan kepada masing-masing Guru di akhir sesi pemeriksaan oleh dosen FKIK Universitas Mataram sekaligus Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah yang bertugas di RSUD Provinsi NTB, yaitu dr. Yusra Pintaningrum, Sp.JP dan dr.Romi Ermawan, SpJP.
Dokumentasi





Leave a Reply